Tuesday, February 28, 2006

Konflik di Ujung Persimpangan

Konflik itu wajar terjadi,
dengan begitu kita jadi saling mengenal,
saling evaluasi,
saling menilai,
kemudian kita bisa saling memahami karakter.

Dengan mengenal karakter, kita jadi bisa memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya !!!
Kalo sudah bisa memprediksi, kita jadi tau apa yang mesti kita lakukan.
Cepat atau lambat kita akan sampai pada titik-titik persimpangan.
Pada akhirnya kita akan dihadapkan pada pilihan-pilihan.
Ternyata hidup ini memang penuh pilihan bukan !?

Jadi konflik tidak untuk disesali apalagi dihindari.
Kalo menghindari konflik sama aja menyimpan bom waktu.
Bukankah dengan konflik kita menjadi tambah dewasa !?

Sidomukti Bandung, Feb 28 2006
when unsymphatetic response talks

Arif M Rizal

No comments: