Monday, June 24, 2013

Perjuangan Hati

Adipura Bandung
24 Juni 2013
03:03 am

Selamat Pagi Bandung,

Di permulaan hari ini
mata tiba-tiba terbuka
dan sulit terpejam

Dear Bandung,
Aku masih sulit percaya
Hari ini kamu punya harapan baru
Kamu boleh lagi punya mimpi-mimpi
Kamu boleh lagi berangan-angan
tentang keindahan
tentang romantisme
tentang bekerja
tentang hakikat pengabdian

Seseorang yang menang hari ini
Aku pikir karena dia berani bermimpi
Dia adalah seorang dream catcher
Orang yang berani bermimpi
pasti memiliki keyakinan
bahwa mimpi itu bisa terwujud

Mustahil kita menggantungkan mimpi kita
pada orang yang tidak yakin mimpi itu bisa terwujud

Aku rasa ...
Banyak di antara kalian
adalah orang-orang rasional
Atau mungkin juga orang-orang yang kecewa
pada masa lalu ?

Tapi aku percaya ...
kalian semua punya mimpi-mimpi
Kita hanya perlu orang yang mampu
menangkap mimpi-mimpi itu
kemudian menuangkannya
kedalam lembaran-lembaran harapan
lalu bekerja mewujudkannya bersama-sama.

Dear Bandung,
Jangan lupakan ...
bahwa kemenangan hari ini
adalah juga karena
para pejuang-pejuang hati
yang berargumen dalam perdebatan-perdebatan sunyi
bergelut dalam pemikiran-pemikiran diri
saling serang dalam diskusi-diskusi yang panjang dan melelahkan

Namun tak mungkin naik ke permukaan
karena mereka adalah pejuang-pejuang hati
yang berperang dalam pemikiran-pemikiran
dan senantiasa berdoa dengan penuh keyakinan
bahwa mimpi-mimpi ini bisa terwujud

Dear Bandung,
Yakin kepada Allah SWT
adalah nikmat yang luar biasa indahnya

Karena itu,
Kembalikan semua mimpi-mimpi itu
pada Yang Maha Kuasa untuk mewujudkannya

Sekarang,
Kita kembali ke barisan kita
Kita bekerja seperti hari kemarin
Tidak ada yang berubah
Selain kita punya segenggam mimpi baru untuk hari esok.

Tuesday, June 18, 2013

Sekat Antara Cinta & Benci

Pada saat kita mencintai sesuatu (apapun motivasinya)
kita selalu menemukan hal-hal positif tentangnya.

Begitu pula sebaliknya,
kita akan selalu dengan mudah menemukan hal-hal negatif
tentang sesuatu yang tidak kita sukai.

Itu manusiawi.
Namun pada saat kita mencintai sesuatu
kita harus menyadari hal tersebut,
agar kita bisa senantiasa objektif
dan tidak selalu merasa paling benar
dan yang lain salah.

-AMR