Seburuk itukah kualitas pelayanan publik di negeri ini ?
Ya ! Memang buruk
Itu adalah potret negeri kita
Apa ? Oknum !? Sebegitu banyak ? Hah !
Jangan cuma berharap pada pengaduan masyarakat
Itu manja namanya
Itukan staf Anda
Awasi ! Beri Reward & Punishment !
That's what you're paid for
Tidak perlu ISO 9001:2000
Bahkan tambahan penghasilan yang besarpun tidak berpengaruh
Ini soal uang ?
Bukan !
Ini adalah masalah sistem di sisi organisasi
serta mental dan attitude di sisi human resource
-----------------------------
Wastukancana 2 Bandung, May 12, 2011 08:15 am
Arif M Rizal
There is no such thing as public opinion. There is only published opinion. (Winston Churchill)
Kamis, Mei 12, 2011
Rabu, Mei 11, 2011
Bila ada yang meragukan keikhlasan
kadang perlu suatu pembuktian sikap
dibuktikan secara moral
jangan kepada orang lain
itu namanya tidak ikhlas
cukup kepada diri sendiri
Mungkin itu bukan sikap yang paling dewasa
tapi biarlah itu menjadi bagian dari proses
aktualisasi dan pendewasaan
Namun ingat,
walau sebaik apapun kita bersikap
selalu ada penilaian dari perspektif lain
Semoga begitu pula pada saat kita menilai orang lain
janganlah terlalu cepat menilai
karena ada lebih banyak perspektif dan dimensi
yang tidak kita pahami
Jalani saja,
dan belajarlah
Mengeluhlah,
tapi jangan menjadi pengeluh
karena suatu saat kita akan menertawakan diri sendiri
Begitu pula suatu hari nanti
aku akan menertawakan tulisan ini
Keep Blogging !
-----------------------------
Wastukancana 2 Bandung, April 4, 2011
Arif M Rizal
kadang perlu suatu pembuktian sikap
dibuktikan secara moral
jangan kepada orang lain
itu namanya tidak ikhlas
cukup kepada diri sendiri
Mungkin itu bukan sikap yang paling dewasa
tapi biarlah itu menjadi bagian dari proses
aktualisasi dan pendewasaan
Namun ingat,
walau sebaik apapun kita bersikap
selalu ada penilaian dari perspektif lain
Semoga begitu pula pada saat kita menilai orang lain
janganlah terlalu cepat menilai
karena ada lebih banyak perspektif dan dimensi
yang tidak kita pahami
Jalani saja,
dan belajarlah
Mengeluhlah,
tapi jangan menjadi pengeluh
karena suatu saat kita akan menertawakan diri sendiri
Begitu pula suatu hari nanti
aku akan menertawakan tulisan ini
Keep Blogging !
-----------------------------
Wastukancana 2 Bandung, April 4, 2011
Arif M Rizal
Senin, April 04, 2011
Sabtu, April 02, 2011
Mental Buruh
Akan masih selalu ada orang-orang yang memakai nurani,
mengedepankan tanggung jawab moral dari pada sekedar formal,
tidak melulu uang,
strategis politis,
mental buruh.
-----------------------------
Wastukancana 2 Bandung, April 2, 2011 10:08 am
Arif M Rizal
mengedepankan tanggung jawab moral dari pada sekedar formal,
tidak melulu uang,
strategis politis,
mental buruh.
-----------------------------
Wastukancana 2 Bandung, April 2, 2011 10:08 am
Arif M Rizal
Selasa, Maret 29, 2011
Serangan Pagi
Pagi-pagi duduk di depan komputer,
dan didapati http://bkd.bandung.go.id di hack .... :(
BTW ini posting pertamaku setelah sekian lama ...
Welcome back
-----------------------------
Wastukancana 2 Bandung, Mar 29, 2011 8:54 am
Arif M Rizal
dan didapati http://bkd.bandung.go.id di hack .... :(
BTW ini posting pertamaku setelah sekian lama ...
Welcome back
-----------------------------
Wastukancana 2 Bandung, Mar 29, 2011 8:54 am
Arif M Rizal
Selasa, Desember 22, 2009
Aku, Waktu, dan Pekerjaan
Ini adalah 22 desember pukul 5 sore
Suatu hari di penghujung tahun 2009
Jarang sekali aku bisa menorehkan blog di wastukancana 2
Inipun karena aku sedang menunggu sesuatu
Tapi di saat seperti inilah aku bisa merenung dan menulis (baca : blogging)
Karena di rumah aku pasti sudah terlalu rindu untuk bercanda dengan anakku
Merenung tentang aku, waktu, dan pekerjaan
Kami bertiga tak henti-hentinya bergulat untuk lebih dulu sampai pada tujuan
Dan pemenangnya seperti biasa adalah ... waktu
Karena di antara kami bertiga yang paling istiqomah adalah waktu
Waktu tidak pernah melanggar janjinya
Waktu selalu datang pada saat yang tepat
Waktu tidak pernah menawar dan tidak bisa ditawar
Waktu mengalir begitu saja
Sedangkan pekerjaan
Pekerjaan selalu menunggu untuk diselesaikan
Pekerjaan tidak pernah punya inisiatif untuk sekedar mengingatkan
Pekerjaan hanya seonggok barang tak berdaya
Bagaimana dengan aku
Aku sering tidak konsisten, seperti halnya waktu
Aku sering tidak sabar menunggu, layaknya pekerjaan
Well ...
Apapun itu, sampai ketemu lagi di waktu yang lain
dan pekerjaan yang sama ...:p
Keep blogging and smile :)
Suatu hari di penghujung tahun 2009
Jarang sekali aku bisa menorehkan blog di wastukancana 2
Inipun karena aku sedang menunggu sesuatu
Tapi di saat seperti inilah aku bisa merenung dan menulis (baca : blogging)
Karena di rumah aku pasti sudah terlalu rindu untuk bercanda dengan anakku
Merenung tentang aku, waktu, dan pekerjaan
Kami bertiga tak henti-hentinya bergulat untuk lebih dulu sampai pada tujuan
Dan pemenangnya seperti biasa adalah ... waktu
Karena di antara kami bertiga yang paling istiqomah adalah waktu
Waktu tidak pernah melanggar janjinya
Waktu selalu datang pada saat yang tepat
Waktu tidak pernah menawar dan tidak bisa ditawar
Waktu mengalir begitu saja
Sedangkan pekerjaan
Pekerjaan selalu menunggu untuk diselesaikan
Pekerjaan tidak pernah punya inisiatif untuk sekedar mengingatkan
Pekerjaan hanya seonggok barang tak berdaya
Bagaimana dengan aku
Aku sering tidak konsisten, seperti halnya waktu
Aku sering tidak sabar menunggu, layaknya pekerjaan
Well ...
Apapun itu, sampai ketemu lagi di waktu yang lain
dan pekerjaan yang sama ...:p
Keep blogging and smile :)
Sabtu, Juni 20, 2009
Suatu Malam di Bandung Timur
Who knows if it's real
or just something we're both dreamin' of
Dear Blog
Saat ini kudengar Interlude
Sunyi, sepi, jiga leuweung tiis
Wahai kesunyian
Aku tidak ingin cepat tidur malam ini
karena saat ini adalah momen penting dalam hidupku
Hari ini akan menjadi saksi
perjalanan seorang manusia yang lemah
menjejakkan kakinya di tempat terbaik
menggoreskan catatan kehidupan baru
membuat cerita tentang hidup dan kehidupan
menyusun kisah untuk diceritakan kelak
Aku seperti belum percaya
aku berada di sini
tapi mulai malam ini aku di sini
sampai suatu saat kelak
akan ada yang menceritakan
bahwa aku pernah ada di sini
----------------
Bandung Timur, Jun 20 2009 10:59 pm
Arif M Rizal
Minggu, Juni 14, 2009
Untuk Belahan Jiwa
Jika aku menatap wajahmu di kala tidur
aku takut
takut jika tak bisa melidungimu
Jika aku melihat bibirmu tersenyum
aku bahagia
bahagia karena kau telah tumbuh
Jika aku mendengarmu menangis
aku sedih
sedih karena tak bisa slalu bahagiakanmu
Jika aku memegang jemari tanganmu
aku tak sanggup
tak sanggup untuk melepasmu jauh dariku
Jika Kau memanggil namaku
aku bangga
bangga karena Kau adalah bagian dari hidupku
Semoga Kau selalu hidup bahagia
----------------
Buahbatu Bandung, Jun 14 2009 02:40 am
Hari ini adalah episode baru dalam hidupmu
Arif M Rizal
aku takut
takut jika tak bisa melidungimu
Jika aku melihat bibirmu tersenyum
aku bahagia
bahagia karena kau telah tumbuh
Jika aku mendengarmu menangis
aku sedih
sedih karena tak bisa slalu bahagiakanmu
Jika aku memegang jemari tanganmu
aku tak sanggup
tak sanggup untuk melepasmu jauh dariku
Jika Kau memanggil namaku
aku bangga
bangga karena Kau adalah bagian dari hidupku
Semoga Kau selalu hidup bahagia
----------------
Buahbatu Bandung, Jun 14 2009 02:40 am
Hari ini adalah episode baru dalam hidupmu
Arif M Rizal
Rabu, Juni 10, 2009
Kamu Tiga Tahun Hari Ini
Saat ini kamu lagi tidur Anakku
Tenggelam dalam mimpi-mimpimu
Aku cuma membayangkan
Seperti apa ya kamu
lima, sepuluh, duapuluh tahun lagi
Sering aku tidak suka untuk berubah
Kadang aku benci hari esok
Tapi aku ingin melihat kamu tumbuh
berubah, terbang tinggi
menggapai semua mimpi-mimpi indah
yang selalu ada dalam tidur lelapmu
Aku ingin selalu memelukmu
senantiasa berjalan di sampingmu
memegang jemari tanganmu yang kecil tak berdaya
melindungimu dari duri yang tajam
menghilangkan semua rintangan yang menghalangimu
Hingga suatu saat nanti
Kau mampu berdiri
menantang dunia
Menangislah Anakku
Karena suatu saat nanti
aku akan sangat merindukanmu
----------------
Buahbatu Bandung, Jun 10 2009 01:50 am
Arif M Rizal
Tenggelam dalam mimpi-mimpimu
Aku cuma membayangkan
Seperti apa ya kamu
lima, sepuluh, duapuluh tahun lagi
Sering aku tidak suka untuk berubah
Kadang aku benci hari esok
Tapi aku ingin melihat kamu tumbuh
berubah, terbang tinggi
menggapai semua mimpi-mimpi indah
yang selalu ada dalam tidur lelapmu
Aku ingin selalu memelukmu
senantiasa berjalan di sampingmu
memegang jemari tanganmu yang kecil tak berdaya
melindungimu dari duri yang tajam
menghilangkan semua rintangan yang menghalangimu
Hingga suatu saat nanti
Kau mampu berdiri
menantang dunia
Menangislah Anakku
Karena suatu saat nanti
aku akan sangat merindukanmu
----------------
Buahbatu Bandung, Jun 10 2009 01:50 am
Arif M Rizal
Sabtu, Mei 02, 2009
Syukur Hari Ini
Kadang ...
Hembusan angin ...
membisikkan romantisme
Suatu malam ...
Air yang tenang ...
memantulkan sinar rembulan
yang menenangkan
Seringkali ...
Terik mentari ...
menyilaukan mata
Suatu hari ...
pada suatu masa
aku bahagia
Pun hari ini
aku masih berdiri
di atas kaki yang sama
di bawah sinar rembulan
dan terik mentari yang itu juga
Dan hari ini ...
angin berhembus
dan membisikkan kata-kata indah
tentang hari ini dan esok
Aku bersyukur
atas masa lalu dan hari ini
dan senantiasa berdoa
dan berusaha
untuk kebahagiaan hari esok
-----------------------------
Buahbatu Bandung, May 2 2009
seringkali kita tidak mensyukuri hari ini
hingga esok tiba
Arif M Rizal
Hembusan angin ...
membisikkan romantisme
Suatu malam ...
Air yang tenang ...
memantulkan sinar rembulan
yang menenangkan
Seringkali ...
Terik mentari ...
menyilaukan mata
Suatu hari ...
pada suatu masa
aku bahagia
Pun hari ini
aku masih berdiri
di atas kaki yang sama
di bawah sinar rembulan
dan terik mentari yang itu juga
Dan hari ini ...
angin berhembus
dan membisikkan kata-kata indah
tentang hari ini dan esok
Aku bersyukur
atas masa lalu dan hari ini
dan senantiasa berdoa
dan berusaha
untuk kebahagiaan hari esok
-----------------------------
Buahbatu Bandung, May 2 2009
seringkali kita tidak mensyukuri hari ini
hingga esok tiba
Arif M Rizal
Jumat, Maret 27, 2009
Bila Expresi Hati Tak Menemukan Tempatnya
Akhirnya gw menemukan ruang ini
Ruang yang teras begitu luas ,,, atau seenggaknya lebih luas
Ini ibarat ruang hati ,,, layaknya palung hati
Hati memang perlu ruang untuk becerita
Walaupun tidak mesti pada orang lain
Ia hanya perlu keheningan ,,, lalu bicara pada diri sendiri
Sebab palung hati itu bahkan terlalu dalam untuk menapung keluh kesah apapun
dan ia akan menemukan sendiri jawabnya
Sungguh ironis ,,, bila kita bicara dengan memakai topeng-topeng
Setidaknya gw sadar sekarang
Rupanya selama ini kita merasa kehilangan ruang untuk berekspresi
Padahal ruang itu ada dalam palung hati kita sendiri
Atau pada orang-orang yang benar-benar mencinta
Akhirnya ,,,
Gw bicara tentang blogsphere ,,, apapun namanya
Karena di sana tidak ada default feeds
yang dimata-matai ,,, layaknya recent news
yang menuntut kesempurnaan berpikir ,,, seperti halnya scientific research
Keep Blogging
Wastukancana Bandung, March 27 2009 07:58 am
Arif M. Rizal
Ruang yang teras begitu luas ,,, atau seenggaknya lebih luas
Ini ibarat ruang hati ,,, layaknya palung hati
Hati memang perlu ruang untuk becerita
Walaupun tidak mesti pada orang lain
Ia hanya perlu keheningan ,,, lalu bicara pada diri sendiri
Sebab palung hati itu bahkan terlalu dalam untuk menapung keluh kesah apapun
dan ia akan menemukan sendiri jawabnya
Sungguh ironis ,,, bila kita bicara dengan memakai topeng-topeng
Setidaknya gw sadar sekarang
Rupanya selama ini kita merasa kehilangan ruang untuk berekspresi
Padahal ruang itu ada dalam palung hati kita sendiri
Atau pada orang-orang yang benar-benar mencinta
Akhirnya ,,,
Gw bicara tentang blogsphere ,,, apapun namanya
Karena di sana tidak ada default feeds
yang dimata-matai ,,, layaknya recent news
yang menuntut kesempurnaan berpikir ,,, seperti halnya scientific research
Keep Blogging
Wastukancana Bandung, March 27 2009 07:58 am
Arif M. Rizal
Kamis, Maret 05, 2009
Blog Hari Ini
Jadi gak pernah nulis di blog lagi euy ,,,
Padahal di blog ini banyak cerita sedih dan suka
Blog ini juga jadi saksi banyak cerita yang mengiringi perjalanan hidup
Tulisan2 ini seakan jadi anak2 tangga yang mengantarkanku pada hari ini
Ada kisah tak tertulis
Begitu banyak kata tak terucap
Tak sedikit perjalanan yang tak terceritakan
Mungkin gak seru buat orang lain
Tapi itulah Blog ,,,
Biarpun Blog itu diliat banyak orang
Tapi pada hakekatnya Blog itu untuk diri sendiri
untuk pendewasaan diri
dalam rangka aktualisasi diri
Mungkin bukan tentang disiplin illmu yang rumit
tapi bisa jadi kisah hidup yang sederhana saja
yang hanya Bloggernya aja yang tau
Karena itulah Blog disebut diary online
Karena itulah Blog tidak disebut Friendster atau Facebook
Dua hari ini Bandung kok hujan lagi ya
Keep Bloging.
Padahal di blog ini banyak cerita sedih dan suka
Blog ini juga jadi saksi banyak cerita yang mengiringi perjalanan hidup
Tulisan2 ini seakan jadi anak2 tangga yang mengantarkanku pada hari ini
Ada kisah tak tertulis
Begitu banyak kata tak terucap
Tak sedikit perjalanan yang tak terceritakan
Mungkin gak seru buat orang lain
Tapi itulah Blog ,,,
Biarpun Blog itu diliat banyak orang
Tapi pada hakekatnya Blog itu untuk diri sendiri
untuk pendewasaan diri
dalam rangka aktualisasi diri
Mungkin bukan tentang disiplin illmu yang rumit
tapi bisa jadi kisah hidup yang sederhana saja
yang hanya Bloggernya aja yang tau
Karena itulah Blog disebut diary online
Karena itulah Blog tidak disebut Friendster atau Facebook
Dua hari ini Bandung kok hujan lagi ya
Keep Bloging.
Selasa, November 20, 2007
Kecelakaan Tornado Dufan : Hoax (again)
Tadi pagi, setelah apel pagi
Saya dan dua orang temen menyempatkan ngobrol sejenak di Balekota
Salah seorang teman bilang ada kecelakaan permainan Tornado di Dufan
Padahal temen2 punya rencana maen ke Dufan akhir taun ini
Wah, kaget juga ya, soalna kok gak ada berita di media ya !?
Setelah gw Googling, ternyata itu Hoax
Ya ! beberapa blog menyebutkan itu sebagai berita bohong
Bahkan issue ini sudah lama beredar
Sebegitu dasyatnya Hoax !!!
Ada baiknya, jika kita menerima berita yang kurang jelas sumbernya
Kita cek di Internet (search engine, blog, etc)
Jika itu memang Hoax, biasanya temen2 Bloggers sudah meng-expose-nya
Ini salah satu cara yang efektif mendapatkan berita yang benar
Hati-hati
Karena di luar sana pasti masih banyak ratusan Hoax beredar
Internet memang hutan rimba yang bisa menyesatkan
Sekaligus juga perpustakaan raksasa tempat mencari kebenaran
Beware of Hoax. Keep Blogging.
Saya dan dua orang temen menyempatkan ngobrol sejenak di Balekota
Salah seorang teman bilang ada kecelakaan permainan Tornado di Dufan
Padahal temen2 punya rencana maen ke Dufan akhir taun ini
Wah, kaget juga ya, soalna kok gak ada berita di media ya !?
Setelah gw Googling, ternyata itu Hoax
Ya ! beberapa blog menyebutkan itu sebagai berita bohong
Bahkan issue ini sudah lama beredar
Sebegitu dasyatnya Hoax !!!
Ada baiknya, jika kita menerima berita yang kurang jelas sumbernya
Kita cek di Internet (search engine, blog, etc)
Jika itu memang Hoax, biasanya temen2 Bloggers sudah meng-expose-nya
Ini salah satu cara yang efektif mendapatkan berita yang benar
Hati-hati
Karena di luar sana pasti masih banyak ratusan Hoax beredar
Internet memang hutan rimba yang bisa menyesatkan
Sekaligus juga perpustakaan raksasa tempat mencari kebenaran
Beware of Hoax. Keep Blogging.
Sejuta Kabut
sejuta kabut turun perlahan
merayapi jemari jalanan
meratap melolong lalu menjauh
menggoreskan kesan suram padaku
sejuta kabut turun semalam
mengetuk-ngetuk jendela kamarku
meratap melolong lalu menjauh
menggaungkan kesan ngeri di hati
lalu kusibak tirai hatiku
kubuka lebar2 pintu jiwaku
kuterjuni kabut yang di kakiku
berbekal matahari
yang bernyala
yang membara
(by Abah Iwan)
Kadang banyak hal yang kita gak suka akhirnya juga dilakuin
Salah satunya ya ini .. nulisin lirik lagu di Blog :p
Dulu gw pikir ngapain sih orang nulis lirik lagu di Blog !?
Norak !!!?
Ya begini deh .. kejadian akhirnya :)
Motif orang mungkin macem2
Ada yang memang suka banget sama tuh lagu
Ada yang punya kenangan manis, pahit, atau asin (pokoknya kenangan deh)
Ada yang gak suka2 amat, cuma liriknya keren
Ada yang liriknya biasa aja, cuma pake bahasa inggris, jadi naikin pamor
Ada yang liriknya kampungan, tapi lagunya lagi ngetop gitu
Ada juga yang kekurangan bahan buat blogging, semacem batu loncatan (hihihi)
Terakhir ..
Mungkin kurang kerjaan aja x y
Gpp sih, yang penting kita gak melanggar hukum, bukan out law
Gak merusak seperti geng motor :p
Gak plagiat seperti waktu kita ngerjain PR (weks)
Dan yang pasti bukan porno aksi
BTW, gw udah setaun gak blogging
Tapi kok rasanya taun 2007 ini gak kerasa ya !?
Gejala apa ini ya !?
Betah ?
Atau memang gak ada progress ? Jadi gak merasa bahwa waktu berputar ?
Pertanyaan retoris memang gak butuh jawaban langsung
Sekaligus juga gak pernah terjawab
Keep Blogging.
merayapi jemari jalanan
meratap melolong lalu menjauh
menggoreskan kesan suram padaku
sejuta kabut turun semalam
mengetuk-ngetuk jendela kamarku
meratap melolong lalu menjauh
menggaungkan kesan ngeri di hati
lalu kusibak tirai hatiku
kubuka lebar2 pintu jiwaku
kuterjuni kabut yang di kakiku
berbekal matahari
yang bernyala
yang membara
(by Abah Iwan)
Kadang banyak hal yang kita gak suka akhirnya juga dilakuin
Salah satunya ya ini .. nulisin lirik lagu di Blog :p
Dulu gw pikir ngapain sih orang nulis lirik lagu di Blog !?
Norak !!!?
Ya begini deh .. kejadian akhirnya :)
Motif orang mungkin macem2
Ada yang memang suka banget sama tuh lagu
Ada yang punya kenangan manis, pahit, atau asin (pokoknya kenangan deh)
Ada yang gak suka2 amat, cuma liriknya keren
Ada yang liriknya biasa aja, cuma pake bahasa inggris, jadi naikin pamor
Ada yang liriknya kampungan, tapi lagunya lagi ngetop gitu
Ada juga yang kekurangan bahan buat blogging, semacem batu loncatan (hihihi)
Terakhir ..
Mungkin kurang kerjaan aja x y
Gpp sih, yang penting kita gak melanggar hukum, bukan out law
Gak merusak seperti geng motor :p
Gak plagiat seperti waktu kita ngerjain PR (weks)
Dan yang pasti bukan porno aksi
BTW, gw udah setaun gak blogging
Tapi kok rasanya taun 2007 ini gak kerasa ya !?
Gejala apa ini ya !?
Betah ?
Atau memang gak ada progress ? Jadi gak merasa bahwa waktu berputar ?
Pertanyaan retoris memang gak butuh jawaban langsung
Sekaligus juga gak pernah terjawab
Keep Blogging.
Minggu, Desember 24, 2006
Jayagiri Desember 2006
Ini catatan perjalanan Bandung - Gunung Tangkuban Parahu melalui Jayagiri pada hari Sabtu, 16 Desember 2006. Buat yang cukup sering ke sana, memang tidak ada yang begitu special, namun tujuan kita sebenarnya adalah perjalanannya itu sendiri. Tangkuban Parahu hanyalah sebuah tempat yang menandakan kita mesti makan siang, kemudian bergegas pulang.
Geger Kalong Girang Bandung, sekitar 8:30 - Saya bersama seorang teman memulai perjalanan dari daerah Geger Kalong Girang. Waktu itu cuaca cukup cerah. Sekitar tiga puluh menit perjalanan menuju desa Jayagiri kita habiskan dengan ngobrol2 tentang kerjaan, cita2 bisnis, keluarga, dsb. Begitulah, kita memang udah lama gak pernah ngobrol semenjak lulus kuliah taun 2001.
Desa Jayagiri Lembang, sekitar 9:00 - Matahari terasa lumayan menyengat, maklum kita pergi agak kesiangan. Dari desa inilah jalan kaki dimulai. Kulihat di depan jalan aspal tidak terlalu bagus agak menaik, ini adalah jalan menuju pintu gerbang bukit Jayagiri. Jauh di depan sana, kulihat Gunung Tangkuban Parahu dengan sebuah menara di atasnya. Saya ingat betul menara itu, karena kami pernah ke sana dulu. Pada awalnya suasana cukup ramai, ya namanya juga sebuah desa yang terletak tak jauh dari Lembang kota, di kiri kanan banyak rumah penduduk, kantor desa, bahkan gereja pun ada. Namun semakin lama berjalan, suasana semakin sepi pertanda hutan Jayagiri semakin dekat.
Gerbang Bukit Jayagiri, sekitar 9:15 - Belum apa2 keringat udah mulai menetes. Kemudian kita duduk2 dulu sekedar melepas lelah setelah jalan kaki sekitar 15 menit. Ini sih belom apa2, perjalanan kita masih jauh. Ini memang bukan kali pertama kami ke Jayagiri. Saya bahkan gak inget lagi berapa kali hiking ke tempat ini, mungkin 7 atau 8 atau 10 kali, pokoknya cukup sering. Pertama kali ke sini taun 1992, waktu itu acaranya pramuka kelas 6 SD. Kemudian baru sekitar taun 2000 (semasa kuliah) kembali ke Jayagiri. Nah semenjak saat itu lah saya dan teman2 cukup sering main ke sini, refreshing, begitu alasannya kira2.
Sebelum masuk gerbang, tak lupa ke toilet dulu, maklum setelah masuk bukit I, toilet baru bisa ditemui di bukit II yang jaraknya lumayan jauh untuk sekedar menahan kencing, apalagi BAB.
Bukit I Jayagiri, sekitar 9:30 - Setelah bayar tiket masuk Jayagiri dan tanya2 sedikit sama penjaga pos, kami memulai perjalanan. Jalan setapak itu mulai kami jalani. Lama kelamaan kami baru sadar, kami tidak sekuat dulu waktu masih kuliah, padahal kita belom tua2 amat ya, begitu kira2 obrolan kita. Bagaimanapun, saya selalu menikmati perjalanan ini, karena saya senang melihat alam, apapun bentuknya. Perjalanan kita lalui dengan terengah2. Sesekali kita istirahat, tak lama kemudian kita jalan lagi. Istriku sempat menelepon di tengah perjalanan menanyakan kabar, itupun aku jawab sambil terus berjalan dengan nafas tak teratur.
Aku tau di bukit pertama ini akan menemui persimpangan, dan aku mesti ambil ke kanan, sebab kalo ke kiri kita bisa kebuang ke semak2 alias jalan buntu. Ini pernah kejadian dulu, sehingga kita mesti kerja keras ngebuka jalan baru ke kanan, sampe nemuin track yang biasa dilalui orang. Pokoknya jangan sampe itu terulang lagi.
Bukit II Jayagiri, sekitar 11:00 - Bukit II diawali dengan pemandangan relatif datar, di sini dulu sering kulihat orang berkebun. Dulu, beberapa taun lalu, pohon-pohon di sini tidak begitu tinggi seperti baru beberapa waktu saja orang melakukan penghijauan. Tapi sekarang sudah lain, pohon-pohon sudah agak tinggi, sehingga agak sulit melempar pandangan jauh ke sana. Nah di bukit II inilah terdapat toilet yang ke-dua. Kami kemudian istirahat sejenak di sini, sekedar cuci muka dengan air yang dinginnya tak mungkin kami temui di Bandung kecuali di dalam lemari es. Toilet ini sejak dulu memang tidak bagus kondisinya, tapi tidak sejelek sekarang, setidaknya dulu aku bisa mengunci pintu toiletnya, sekarang bahkan kulihat atapnya udah pada bolong termakan usia. Aku menarik nafas sejenak mengenang beberapa taun lalu di tempat ini. Kulihat tempat ini sudah rapuh karena waktu, apakah aku juga berubah ? Lebih baik atau lebih buruk seperti toilet ini !?
Di awal bukit II ini ada satu dua warung jajanan, tapi sengaja kita lewat, karena memang kita membawa bekal yang cukup untuk sampe di Parahu sana. Di bukit ini kondisinya berbeda, jalan setapak tidak begitu menaik, tidak seberat di bukit I, relatif datar. Sebuah persimpangan kembali kita temui. Ke kanan adalah jalan yang cukup dekat menuju jalan raya, sedangkan ke kiri adalah jalan setapak menuju Parahu. Kami lalu ambil jalan setapak, kupikir di sini pemandangan akan jauh lebih menarik dari pada jalan raya yang dilalui kendaraan. Di sini pepohonan lebih rimbun, rapat dan lembab, juga tak lupa .. banyak nyamuk. Di perjalanan kulihat juga beberapa bangkai pohon tumbang mungkin karena hujan atau angin. Biarpun musim ujan udah masuk tapi jalan yang biasanya dialiri air kini hanya lembab, padahal jalan yang dilalui air di bukit II ini salah satu yang saya senangi. Singkat cerita akhirnya kami sampe di ujung bukit II, yaitu jalan raya menuju Parahu.
Jalan Raya menuju Parahu - Setelah bayar (lagi) tiket masuk Parahu, kami terus menyusuri jalan aspal cukup besar, ini jalan utama menuju Parahu sehingga mobil dan motor banyak lalu lalang di sini. Tak lama kemudian kami temui jalan setapak alternatif menuju Parahu. Tanpa pikir panjang kita langsung ambil jalan ini, maklum pecinta alam permai :p. Sambil ngemil makanan kecil kita menyusuri jalan setapak ini sampe akhirnya kebuang lagi ke jalan raya. Singkat cerita kami akhirnya sampe di Kawah Ratu. Karena waktu dzuhur sudah tiba kami langsung saja menuju mushola.
Tangkuban Parahu, sekitar 12:30 - Setelah sholat, kami naik ke atas mushola sekedar melihat keadaan sekitar. Kabut putih turun, sesekali sinar matahari masuk merupakan pemandangan biasa, tiap taun juga begini, nggak ada hal aneh dan baru di Parahu. Namun tujuan kita sebenarnya adalah perjalanannya itu sendiri. Tangkuban Parahu hanyalah sebuah tempat yang menandakan kita mesti makan siang, kemudian bergegas pulang.
"Ritual"ku di kawah Ratu adalah makan siang di tepi kawah sambil minum kopi yang dibeli di warung sekitar. Buatku itu sangat special, padahal menurut sebagian orang selera makan jadi hilang karena bau belerang, entahlah. Kami memutuskan untuk tidak pergi kemana-mana lagi (biasanya kami ke Kawah Upas & Kawah Domas, bahkan pernah naik menuju menara pengawas Parahu) karena waktu kita sangat terbatas waktu itu, rencananya temanku mesti cepat2 pulang ke Bogor. Setelah makan dan ngobrol2 akhirnya kita begegas pulang dengan tidak lupa sebelumnya membeli pohon kakus kecil pesanan istriku.
Pulang ke Bandung, sekitar 14.30 - Kita pulang pake angkutan umum dari Parahu langsung ke Lembang, kemudian diteruskan ke Bandung dan masuk daerah Geger Kalong Girang sekitar pukul 16.00. Selamat datang kembali di Bandung.
Selesai - Dan akhirnya semua berubah. Adakah kita berubah !? Jika tidak, kita akan tergusur oleh waktu. Semoga jika suatu saat aku kembali ke sini, aku telah menjadi lebih baik dari hari yang indah ini. Tidak ada yang aku bawa dari Parahu hari ini kecuali beberapa hikmah untuk bekal hari esok.
Keep blogging.
Geger Kalong Girang Bandung, sekitar 8:30 - Saya bersama seorang teman memulai perjalanan dari daerah Geger Kalong Girang. Waktu itu cuaca cukup cerah. Sekitar tiga puluh menit perjalanan menuju desa Jayagiri kita habiskan dengan ngobrol2 tentang kerjaan, cita2 bisnis, keluarga, dsb. Begitulah, kita memang udah lama gak pernah ngobrol semenjak lulus kuliah taun 2001.
Desa Jayagiri Lembang, sekitar 9:00 - Matahari terasa lumayan menyengat, maklum kita pergi agak kesiangan. Dari desa inilah jalan kaki dimulai. Kulihat di depan jalan aspal tidak terlalu bagus agak menaik, ini adalah jalan menuju pintu gerbang bukit Jayagiri. Jauh di depan sana, kulihat Gunung Tangkuban Parahu dengan sebuah menara di atasnya. Saya ingat betul menara itu, karena kami pernah ke sana dulu. Pada awalnya suasana cukup ramai, ya namanya juga sebuah desa yang terletak tak jauh dari Lembang kota, di kiri kanan banyak rumah penduduk, kantor desa, bahkan gereja pun ada. Namun semakin lama berjalan, suasana semakin sepi pertanda hutan Jayagiri semakin dekat.
Sebelum masuk gerbang, tak lupa ke toilet dulu, maklum setelah masuk bukit I, toilet baru bisa ditemui di bukit II yang jaraknya lumayan jauh untuk sekedar menahan kencing, apalagi BAB.
Aku tau di bukit pertama ini akan menemui persimpangan, dan aku mesti ambil ke kanan, sebab kalo ke kiri kita bisa kebuang ke semak2 alias jalan buntu. Ini pernah kejadian dulu, sehingga kita mesti kerja keras ngebuka jalan baru ke kanan, sampe nemuin track yang biasa dilalui orang. Pokoknya jangan sampe itu terulang lagi.
Di awal bukit II ini ada satu dua warung jajanan, tapi sengaja kita lewat, karena memang kita membawa bekal yang cukup untuk sampe di Parahu sana. Di bukit ini kondisinya berbeda, jalan setapak tidak begitu menaik, tidak seberat di bukit I, relatif datar. Sebuah persimpangan kembali kita temui. Ke kanan adalah jalan yang cukup dekat menuju jalan raya, sedangkan ke kiri adalah jalan setapak menuju Parahu. Kami lalu ambil jalan setapak, kupikir di sini pemandangan akan jauh lebih menarik dari pada jalan raya yang dilalui kendaraan. Di sini pepohonan lebih rimbun, rapat dan lembab, juga tak lupa .. banyak nyamuk. Di perjalanan kulihat juga beberapa bangkai pohon tumbang mungkin karena hujan atau angin. Biarpun musim ujan udah masuk tapi jalan yang biasanya dialiri air kini hanya lembab, padahal jalan yang dilalui air di bukit II ini salah satu yang saya senangi. Singkat cerita akhirnya kami sampe di ujung bukit II, yaitu jalan raya menuju Parahu.
"Ritual"ku di kawah Ratu adalah makan siang di tepi kawah sambil minum kopi yang dibeli di warung sekitar. Buatku itu sangat special, padahal menurut sebagian orang selera makan jadi hilang karena bau belerang, entahlah. Kami memutuskan untuk tidak pergi kemana-mana lagi (biasanya kami ke Kawah Upas & Kawah Domas, bahkan pernah naik menuju menara pengawas Parahu) karena waktu kita sangat terbatas waktu itu, rencananya temanku mesti cepat2 pulang ke Bogor. Setelah makan dan ngobrol2 akhirnya kita begegas pulang dengan tidak lupa sebelumnya membeli pohon kakus kecil pesanan istriku.
Pulang ke Bandung, sekitar 14.30 - Kita pulang pake angkutan umum dari Parahu langsung ke Lembang, kemudian diteruskan ke Bandung dan masuk daerah Geger Kalong Girang sekitar pukul 16.00. Selamat datang kembali di Bandung.
Selesai - Dan akhirnya semua berubah. Adakah kita berubah !? Jika tidak, kita akan tergusur oleh waktu. Semoga jika suatu saat aku kembali ke sini, aku telah menjadi lebih baik dari hari yang indah ini. Tidak ada yang aku bawa dari Parahu hari ini kecuali beberapa hikmah untuk bekal hari esok.
Keep blogging.
Langganan:
Postingan (Atom)