Saturday, June 20, 2009

Suatu Malam di Bandung Timur

Who knows if it's real
or just something we're both dreamin' of


Dear Blog

Saat ini kudengar Interlude
Sunyi, sepi, jiga leuweung tiis

Wahai kesunyian
Aku tidak ingin cepat tidur malam ini
karena saat ini adalah momen penting dalam hidupku

Hari ini akan menjadi saksi
perjalanan seorang manusia yang lemah
menjejakkan kakinya di tempat terbaik
menggoreskan catatan kehidupan baru
membuat cerita tentang hidup dan kehidupan
menyusun kisah untuk diceritakan kelak

Aku seperti belum percaya
aku berada di sini
tapi mulai malam ini aku di sini
sampai suatu saat kelak
akan ada yang menceritakan
bahwa aku pernah ada di sini

----------------
Bandung Timur, Jun 20 2009 10:59 pm
Arif M Rizal

Sunday, June 14, 2009

Untuk Belahan Jiwa

Jika aku menatap wajahmu di kala tidur
aku takut
takut jika tak bisa melidungimu

Jika aku melihat bibirmu tersenyum
aku bahagia
bahagia karena kau telah tumbuh

Jika aku mendengarmu menangis
aku sedih
sedih karena tak bisa slalu bahagiakanmu

Jika aku memegang jemari tanganmu
aku tak sanggup
tak sanggup untuk melepasmu jauh dariku

Jika Kau memanggil namaku
aku bangga
bangga karena Kau adalah bagian dari hidupku

Semoga Kau selalu hidup bahagia

----------------
Buahbatu Bandung, Jun 14 2009 02:40 am
Hari ini adalah episode baru dalam hidupmu


Arif M Rizal

Wednesday, June 10, 2009

Kamu Tiga Tahun Hari Ini

Saat ini kamu lagi tidur Anakku
Tenggelam dalam mimpi-mimpimu

Aku cuma membayangkan
Seperti apa ya kamu
lima, sepuluh, duapuluh tahun lagi

Sering aku tidak suka untuk berubah
Kadang aku benci hari esok

Tapi aku ingin melihat kamu tumbuh
berubah, terbang tinggi
menggapai semua mimpi-mimpi indah
yang selalu ada dalam tidur lelapmu

Aku ingin selalu memelukmu
senantiasa berjalan di sampingmu
memegang jemari tanganmu yang kecil tak berdaya
melindungimu dari duri yang tajam
menghilangkan semua rintangan yang menghalangimu

Hingga suatu saat nanti
Kau mampu berdiri
menantang dunia

Menangislah Anakku
Karena suatu saat nanti
aku akan sangat merindukanmu

----------------
Buahbatu Bandung, Jun 10 2009 01:50 am
Arif M Rizal

Saturday, May 02, 2009

Syukur Hari Ini

Kadang ...
Hembusan angin ...
membisikkan romantisme

Suatu malam ...
Air yang tenang ...
memantulkan sinar rembulan
yang menenangkan

Seringkali ...
Terik mentari ...
menyilaukan mata

Suatu hari ...
pada suatu masa
aku bahagia

Pun hari ini
aku masih berdiri
di atas kaki yang sama
di bawah sinar rembulan
dan terik mentari yang itu juga

Dan hari ini ...
angin berhembus
dan membisikkan kata-kata indah
tentang hari ini dan esok

Aku bersyukur
atas masa lalu dan hari ini
dan senantiasa berdoa
dan berusaha
untuk kebahagiaan hari esok

-----------------------------
Buahbatu Bandung, May 2 2009
seringkali kita tidak mensyukuri hari ini
hingga esok tiba

Arif M Rizal

Friday, March 27, 2009

Bila Expresi Hati Tak Menemukan Tempatnya

Akhirnya gw menemukan ruang ini
Ruang yang teras begitu luas ,,, atau seenggaknya lebih luas
Ini ibarat ruang hati ,,, layaknya palung hati
Hati memang perlu ruang untuk becerita
Walaupun tidak mesti pada orang lain
Ia hanya perlu keheningan ,,, lalu bicara pada diri sendiri
Sebab palung hati itu bahkan terlalu dalam untuk menapung keluh kesah apapun
dan ia akan menemukan sendiri jawabnya

Sungguh ironis ,,, bila kita bicara dengan memakai topeng-topeng
Setidaknya gw sadar sekarang
Rupanya selama ini kita merasa kehilangan ruang untuk berekspresi
Padahal ruang itu ada dalam palung hati kita sendiri
Atau pada orang-orang yang benar-benar mencinta

Akhirnya ,,,
Gw bicara tentang blogsphere ,,, apapun namanya
Karena di sana tidak ada default feeds
yang dimata-matai ,,, layaknya recent news
yang menuntut kesempurnaan berpikir ,,, seperti halnya scientific research
Keep Blogging

Wastukancana Bandung, March 27 2009 07:58 am

Arif M. Rizal

Thursday, March 05, 2009

Blog Hari Ini

Jadi gak pernah nulis di blog lagi euy ,,,
Padahal di blog ini banyak cerita sedih dan suka
Blog ini juga jadi saksi banyak cerita yang mengiringi perjalanan hidup
Tulisan2 ini seakan jadi anak2 tangga yang mengantarkanku pada hari ini
Ada kisah tak tertulis
Begitu banyak kata tak terucap
Tak sedikit perjalanan yang tak terceritakan

Mungkin gak seru buat orang lain
Tapi itulah Blog ,,,
Biarpun Blog itu diliat banyak orang
Tapi pada hakekatnya Blog itu untuk diri sendiri
untuk pendewasaan diri
dalam rangka aktualisasi diri
Mungkin bukan tentang disiplin illmu yang rumit
tapi bisa jadi kisah hidup yang sederhana saja
yang hanya Bloggernya aja yang tau

Karena itulah Blog disebut diary online
Karena itulah Blog tidak disebut Friendster atau Facebook


Dua hari ini Bandung kok hujan lagi ya
Keep Bloging.

Tuesday, November 20, 2007

Kecelakaan Tornado Dufan : Hoax (again)

Tadi pagi, setelah apel pagi
Saya dan dua orang temen menyempatkan ngobrol sejenak di Balekota
Salah seorang teman bilang ada kecelakaan permainan Tornado di Dufan
Padahal temen2 punya rencana maen ke Dufan akhir taun ini
Wah, kaget juga ya, soalna kok gak ada berita di media ya !?
Setelah gw Googling, ternyata itu Hoax
Ya ! beberapa blog menyebutkan itu sebagai berita bohong
Bahkan issue ini sudah lama beredar

Sebegitu dasyatnya Hoax !!!
Ada baiknya, jika kita menerima berita yang kurang jelas sumbernya
Kita cek di Internet (search engine, blog, etc)
Jika itu memang Hoax, biasanya temen2 Bloggers sudah meng-expose-nya
Ini salah satu cara yang efektif mendapatkan berita yang benar

Hati-hati
Karena di luar sana pasti masih banyak ratusan Hoax beredar
Internet memang hutan rimba yang bisa menyesatkan
Sekaligus juga perpustakaan raksasa tempat mencari kebenaran

Beware of Hoax. Keep Blogging.

Sejuta Kabut

sejuta kabut turun perlahan
merayapi jemari jalanan
meratap melolong lalu menjauh
menggoreskan kesan suram padaku

sejuta kabut turun semalam
mengetuk-ngetuk jendela kamarku
meratap melolong lalu menjauh
menggaungkan kesan ngeri di hati

lalu kusibak tirai hatiku
kubuka lebar2 pintu jiwaku
kuterjuni kabut yang di kakiku
berbekal matahari
yang bernyala
yang membara

(by Abah Iwan)

Kadang banyak hal yang kita gak suka akhirnya juga dilakuin
Salah satunya ya ini .. nulisin lirik lagu di Blog :p
Dulu gw pikir ngapain sih orang nulis lirik lagu di Blog !?
Norak !!!?
Ya begini deh .. kejadian akhirnya :)

Motif orang mungkin macem2
Ada yang memang suka banget sama tuh lagu
Ada yang punya kenangan manis, pahit, atau asin (pokoknya kenangan deh)
Ada yang gak suka2 amat, cuma liriknya keren
Ada yang liriknya biasa aja, cuma pake bahasa inggris, jadi naikin pamor
Ada yang liriknya kampungan, tapi lagunya lagi ngetop gitu
Ada juga yang kekurangan bahan buat blogging, semacem batu loncatan (hihihi)
Terakhir ..
Mungkin kurang kerjaan aja x y

Gpp sih, yang penting kita gak melanggar hukum, bukan out law
Gak merusak seperti geng motor :p
Gak plagiat seperti waktu kita ngerjain PR (weks)
Dan yang pasti bukan porno aksi

BTW, gw udah setaun gak blogging
Tapi kok rasanya taun 2007 ini gak kerasa ya !?
Gejala apa ini ya !?
Betah ?
Atau memang gak ada progress ? Jadi gak merasa bahwa waktu berputar ?

Pertanyaan retoris memang gak butuh jawaban langsung
Sekaligus juga gak pernah terjawab

Keep Blogging.

Sunday, December 24, 2006

Jayagiri Desember 2006

Ini catatan perjalanan Bandung - Gunung Tangkuban Parahu melalui Jayagiri pada hari Sabtu, 16 Desember 2006. Buat yang cukup sering ke sana, memang tidak ada yang begitu special, namun tujuan kita sebenarnya adalah perjalanannya itu sendiri. Tangkuban Parahu hanyalah sebuah tempat yang menandakan kita mesti makan siang, kemudian bergegas pulang.

Geger Kalong Girang Bandung, sekitar 8:30 - Saya bersama seorang teman memulai perjalanan dari daerah Geger Kalong Girang. Waktu itu cuaca cukup cerah. Sekitar tiga puluh menit perjalanan menuju desa Jayagiri kita habiskan dengan ngobrol2 tentang kerjaan, cita2 bisnis, keluarga, dsb. Begitulah, kita memang udah lama gak pernah ngobrol semenjak lulus kuliah taun 2001.

Desa Jayagiri Lembang, sekitar 9:00 - Matahari terasa lumayan menyengat, maklum kita pergi agak kesiangan. Dari desa inilah jalan kaki dimulai. Kulihat di depan jalan aspal tidak terlalu bagus agak menaik, ini adalah jalan menuju pintu gerbang bukit Jayagiri. Jauh di depan sana, kulihat Gunung Tangkuban Parahu dengan sebuah menara di atasnya. Saya ingat betul menara itu, karena kami pernah ke sana dulu. Pada awalnya suasana cukup ramai, ya namanya juga sebuah desa yang terletak tak jauh dari Lembang kota, di kiri kanan banyak rumah penduduk, kantor desa, bahkan gereja pun ada. Namun semakin lama berjalan, suasana semakin sepi pertanda hutan Jayagiri semakin dekat.

Gerbang Bukit Jayagiri, sekitar 9:15 - Belum apa2 keringat udah mulai menetes. Kemudian kita duduk2 dulu sekedar melepas lelah setelah jalan kaki sekitar 15 menit. Ini sih belom apa2, perjalanan kita masih jauh. Ini memang bukan kali pertama kami ke Jayagiri. Saya bahkan gak inget lagi berapa kali hiking ke tempat ini, mungkin 7 atau 8 atau 10 kali, pokoknya cukup sering. Pertama kali ke sini taun 1992, waktu itu acaranya pramuka kelas 6 SD. Kemudian baru sekitar taun 2000 (semasa kuliah) kembali ke Jayagiri. Nah semenjak saat itu lah saya dan teman2 cukup sering main ke sini, refreshing, begitu alasannya kira2.

Sebelum masuk gerbang, tak lupa ke toilet dulu, maklum setelah masuk bukit I, toilet baru bisa ditemui di bukit II yang jaraknya lumayan jauh untuk sekedar menahan kencing, apalagi BAB.

Bukit I Jayagiri, sekitar 9:30 - Setelah bayar tiket masuk Jayagiri dan tanya2 sedikit sama penjaga pos, kami memulai perjalanan. Jalan setapak itu mulai kami jalani. Lama kelamaan kami baru sadar, kami tidak sekuat dulu waktu masih kuliah, padahal kita belom tua2 amat ya, begitu kira2 obrolan kita. Bagaimanapun, saya selalu menikmati perjalanan ini, karena saya senang melihat alam, apapun bentuknya. Perjalanan kita lalui dengan terengah2. Sesekali kita istirahat, tak lama kemudian kita jalan lagi. Istriku sempat menelepon di tengah perjalanan menanyakan kabar, itupun aku jawab sambil terus berjalan dengan nafas tak teratur.

Aku tau di bukit pertama ini akan menemui persimpangan, dan aku mesti ambil ke kanan, sebab kalo ke kiri kita bisa kebuang ke semak2 alias jalan buntu. Ini pernah kejadian dulu, sehingga kita mesti kerja keras ngebuka jalan baru ke kanan, sampe nemuin track yang biasa dilalui orang. Pokoknya jangan sampe itu terulang lagi.

Bukit II Jayagiri, sekitar 11:00 - Bukit II diawali dengan pemandangan relatif datar, di sini dulu sering kulihat orang berkebun. Dulu, beberapa taun lalu, pohon-pohon di sini tidak begitu tinggi seperti baru beberapa waktu saja orang melakukan penghijauan. Tapi sekarang sudah lain, pohon-pohon sudah agak tinggi, sehingga agak sulit melempar pandangan jauh ke sana. Nah di bukit II inilah terdapat toilet yang ke-dua. Kami kemudian istirahat sejenak di sini, sekedar cuci muka dengan air yang dinginnya tak mungkin kami temui di Bandung kecuali di dalam lemari es. Toilet ini sejak dulu memang tidak bagus kondisinya, tapi tidak sejelek sekarang, setidaknya dulu aku bisa mengunci pintu toiletnya, sekarang bahkan kulihat atapnya udah pada bolong termakan usia. Aku menarik nafas sejenak mengenang beberapa taun lalu di tempat ini. Kulihat tempat ini sudah rapuh karena waktu, apakah aku juga berubah ? Lebih baik atau lebih buruk seperti toilet ini !?

Di awal bukit II ini ada satu dua warung jajanan, tapi sengaja kita lewat, karena memang kita membawa bekal yang cukup untuk sampe di Parahu sana. Di bukit ini kondisinya berbeda, jalan setapak tidak begitu menaik, tidak seberat di bukit I, relatif datar. Sebuah persimpangan kembali kita temui. Ke kanan adalah jalan yang cukup dekat menuju jalan raya, sedangkan ke kiri adalah jalan setapak menuju Parahu. Kami lalu ambil jalan setapak, kupikir di sini pemandangan akan jauh lebih menarik dari pada jalan raya yang dilalui kendaraan. Di sini pepohonan lebih rimbun, rapat dan lembab, juga tak lupa .. banyak nyamuk. Di perjalanan kulihat juga beberapa bangkai pohon tumbang mungkin karena hujan atau angin. Biarpun musim ujan udah masuk tapi jalan yang biasanya dialiri air kini hanya lembab, padahal jalan yang dilalui air di bukit II ini salah satu yang saya senangi. Singkat cerita akhirnya kami sampe di ujung bukit II, yaitu jalan raya menuju Parahu.

Jalan Raya menuju Parahu - Setelah bayar (lagi) tiket masuk Parahu, kami terus menyusuri jalan aspal cukup besar, ini jalan utama menuju Parahu sehingga mobil dan motor banyak lalu lalang di sini. Tak lama kemudian kami temui jalan setapak alternatif menuju Parahu. Tanpa pikir panjang kita langsung ambil jalan ini, maklum pecinta alam permai :p. Sambil ngemil makanan kecil kita menyusuri jalan setapak ini sampe akhirnya kebuang lagi ke jalan raya. Singkat cerita kami akhirnya sampe di Kawah Ratu. Karena waktu dzuhur sudah tiba kami langsung saja menuju mushola.

Tangkuban Parahu, sekitar 12:30 - Setelah sholat, kami naik ke atas mushola sekedar melihat keadaan sekitar. Kabut putih turun, sesekali sinar matahari masuk merupakan pemandangan biasa, tiap taun juga begini, nggak ada hal aneh dan baru di Parahu. Namun tujuan kita sebenarnya adalah perjalanannya itu sendiri. Tangkuban Parahu hanyalah sebuah tempat yang menandakan kita mesti makan siang, kemudian bergegas pulang.

"Ritual"ku di kawah Ratu adalah makan siang di tepi kawah sambil minum kopi yang dibeli di warung sekitar. Buatku itu sangat special, padahal menurut sebagian orang selera makan jadi hilang karena bau belerang, entahlah. Kami memutuskan untuk tidak pergi kemana-mana lagi (biasanya kami ke Kawah Upas & Kawah Domas, bahkan pernah naik menuju menara pengawas Parahu) karena waktu kita sangat terbatas waktu itu, rencananya temanku mesti cepat2 pulang ke Bogor. Setelah makan dan ngobrol2 akhirnya kita begegas pulang dengan tidak lupa sebelumnya membeli pohon kakus kecil pesanan istriku.

Pulang ke Bandung, sekitar 14.30 - Kita pulang pake angkutan umum dari Parahu langsung ke Lembang, kemudian diteruskan ke Bandung dan masuk daerah Geger Kalong Girang sekitar pukul 16.00. Selamat datang kembali di Bandung.

Selesai - Dan akhirnya semua berubah. Adakah kita berubah !? Jika tidak, kita akan tergusur oleh waktu. Semoga jika suatu saat aku kembali ke sini, aku telah menjadi lebih baik dari hari yang indah ini. Tidak ada yang aku bawa dari Parahu hari ini kecuali beberapa hikmah untuk bekal hari esok.

Keep blogging.

Sunday, December 17, 2006

arifmrizal.web.id : just another domain name - setelah nunggu 5 sampe 6 hari, registrasi domain gratis web.id akhirnya di-approve juga sama Kominfo :). Interested !? see http://blog.budiyono.net/2006/12/02/domain-webid-untuk-blog-gratisan-how-to/

Thursday, December 14, 2006

Selamat Berjuang (lagi) Kawan !

Tadi aku ketemu temen lama. Seribu satu kenangan kembali menerjangku. Aku cuma tiga taun di sana, tapi perjuangan mencapai cita-cita rasanya belum hilang dari ingatan. Perjuangan, ya perjuangan, ini layak disebut perjuangan. Karena di dalamnya kita selalu berusaha untuk saling menolong. Nilai-nilai inilah yang membuat jalan perjuangan ini terasa berarti. Dan akhirnya kau lulus juga kawan. Selamat, tapi kelulusan kali ini tampaknya bukan untuk dirayakan berlama-lama. Masing-masing kita punya PR yang sangat banyak setelah ini, bukan !?

Perjuangan anak manusia memang tidak akan pernah berhenti. Tapi perjuangan akan terasa lebih ringan bila dijalani bersama teman-teman terbaik. Ya, teman adalah sesuatu yang sangat berharga dalam hidup. Berbahagialah bila kita selalu dikelilingi teman-teman terbaik. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita memotivasi diri sendiri untuk terus survive, seburuk apapun kondisi yang kita hadapi. Selamat berjuang kawan, tapi tidak seperti dulu, kali ini kita mesti berjalan sendiri-sendiri. Karena ini adalah fase baru dalam hidup. Dan dalam fase baru ini kita mesti berjuang lagi, menemukan lagi teman-teman terbaik, dan membuat perjuangan baru ini juga bermakna. Seperti dulu.

Wednesday, December 13, 2006

Kemarin, Hari Ini dan Esok

Hidup berlalu begitu cepat. Walaupun aku tidak menginginkan secepat ini. Seringkali aku rindu hari kemarin. Ingin terus seperti itu. Akh .. nggak ada yang abadi, semua fana. Gak ada yang sempurna. Tugas kita cuma menyikapi hari ini. Toh masa lalu juga dulunya disebut “hari ini”.

Lihat dirimu, sekarang sudah berbeda. Karenanya kamupun mesti berubah. Itu konsekuensi logis. Lihat juga orang sekitarmu, yang selalu menyayangimu. Tidakkah semua berubah tanpa kita sadari. Kita seringkali sengaja menutup mata dengan itu. Karena begitu mengerikan. Sehingga takut menghadapi kenyataan bahwa ternyata semua berubah.

Waktu terkadang menjadi sosok yang sangat jahat. Pun waktu pulalah yang bisa menjawab berbagai macam persoalan hidup tanpa campur tangan kita. Aku tau betul kamu benci hari esok. Makanya kamu tidak ingin melewatkan malam ini begitu saja. Tapi waktu terus bergulir, bahkan sangat cepat. Cepat sekali.

Tuesday, December 05, 2006

One to Many

Malem ini saya lagi dengerin salah satu radio di Bandung. Acara yang biasanya ngebahas kesehatan, kali ini yang dibahas adalah poligami, ya … siapa lagi kalo bukan kasus Aa Gym. Maklum ini lagi jadi gossip of the week (month, year ?). Kalo dibahas pasti panjang lebar. Tapi fenomena yang terjadi di masyarakat adalah bahwa orang-orang (terutama kaum wanita) terlalu berharap lebih pada seorang Aa Gym. Orang-orang mungkin lebih mencintai Aa dari pada Islam !? Terus terang saya sangat kaget melihat fenomena yang terjadi di masyarakat, orang-orang (terutama wanita) begitu memojokkan posisi Aa tanpa mengetahui persis latar belakang kejadian tersebut.

Apapun latar belakang Aa berpoligami, yang jelas Aa secara tidak melanggar hukum Islam maupun negara. Kalo begitu knapa kita menyudutkan perilaku seseorang yang tidak melanggar hukum maupun norma sedangkan banyak pelanggaran hukum dan kesusilaan di luar sana yang kita tidak tertarik untuk membicarakannya, tidak kita sikapi, bahkan mungkin tidak peduli. Jadi kita perlu evaluasi, apakah ini tentang pelanggaran hukum, ketidakadilan, ataukah hanya subjektifitas pribadi !?

Wednesday, November 29, 2006

Bandung Sore Ini

Tidak seperti hari-hari kemarin, dari pagi hujan gak juga turun di sekitar City Hall. "Ritual penting" tadi pagi yang memakan waktu dua jam dipayungi panas yang cukup menyengat punggungku, tapi masih menyisakan kesegaran udara karena hujan yang cukup lebat dua hari sebelumnya. Pohon besar di plaza keliatan lebih segar dan bersih, ada juga kupu-kupu yang keluar dari pepohonan, biarpun yang kulihat cuma satu. Gak apa-apa, toh musim hujan baru aja mulai.

Sampe aku sholat ashar di masjid seberang, tiba-tiba hujan disusul angin sempoyongan mengguyur jalanan yang agak ramai dengan kendaraan. Aku sempet kesal juga, seakan hujan ini sengaja menghalang-halangi aku untuk cepat pulang dan tiba di rumah bertemu anak istriku. Kekesalan itu berakhir sampe ada teman di sebelahku bilang "Alhamdulillah hujan turun". Akupun tersadar, kita telah mengalami kemarau yang cukup panjang, mungkin sampe sembilan bulan, sudah selayaknya kita bersyukur atas nikmat hujan ini. Alhamdulillah, akupun turut merasakan nikmatnya hujan ini. Ini namanya kejadian dilihat dari sudut pandang lain (pelajaran pertama - weks :p).

Hujan gak juga reda, aku memaksakan untuk kembali ke kantor, karena ini udah jam empat lebih, biarpun mesti lari keujanan. Tiba di kantor, tampak tinggal segelintir orang yang tersisa, itupun karena nunggu ujan reda, lainnya udah pada pulang sebelum jam tiga sore, seperti biasa. Ngobrol sebentar gak bikin hujan reda. Akhirnya aku pamit pulang, cukup pake sandal jepit, soalnya sepatu takut kotor, maklum sebagai biker yang males bersiin sepatu. Tempat parkir juga agak jauh, dan gak mungkin untuk sampe di sana tanpa keujanan (lagi), gak apa-apalah baju "korps" ini emang udah basah dari tadi.

Adegan biker ujan-ujanan memang bukan skenario baru. Dulu, waktu aku kerja di Kota Baru, riding under the rain sampe sejam setengah udah sering dilakonin, jadi bukan barang baru, tapi aku sih enjoy-enjoy aja, maklum riding itu emang menyenangkan buatku even ujan lebat sekalipun. Tapi kali ini berbeda, gak begitu mengasyikan, rasanya jarak kantor terlalu dekat dari rumah. Akupun sering merasa aneh sendiri, kok ada ya, orang yang merasa jarak rumah dan kantornya terlalu dekat, tapi begitulah kejadiannya.

Kembali ke cerita, akhirnya aku memutuskan untuk pulang biarpun ujan cukup deras mengguyur. Kalo udah dijalanin, ujan gede pun rasanya gak semengerikan waktu kita berteduh di tempat kering, dinginnya gak sedingin waktu kita melihat dari balik jendela (hmmm agak dalem nih maknanya :p). Bahkan mandi sore ini gak begitu menakutkan seperti kemaren-kemaren, hehehe. Ya itu mungkin karena suhu di luar lebih dingin dari air di bak mandi.

Hari ini membawa banyak pelajaran, seperti juga (seharusnya) hari-hari kemaren. Hari ini selalu membawa kenangan masa lalu. Kota ini akan selalu menjadi saksi perjalanan seorang anak manusia yang memunguti butiran-butiran pelajaran untuk bekal di suatu hari di mana ia tak lagi mampu berdiri dengan tegak. Bandung cukup dingin sore ini. Keep Blogging !

Monday, November 27, 2006

Pengennya Bisnis

Ini cerita tentang si Aku. Cita-citanya sih panjang kayak kereta, pengen punya bisnis sendiri. Lho terus knapa malah jadi PNS ya !? Lho emangnya gak boleh ya !? Bisnis itu mesti total ya !? Dari beberapa (sedikit sih) buku yang saya baca (gak pernah ada yang tamat), keliatannya semua teori dan pengalaman empiris dari best practices (weks !!!) mengerucut pada konklusi demikian (bisnis mesti total). Akh ... dari pada nungguin ngejalanin bisnis yang gak jadi-jadi mending sikat aja apa yang ada di depan hidung gue (salah satunya ya jadi PNS). Soal bisnis kita pikirin aja nanti lagi (selalu begitu). Toh akhirnya saya masuk seleksi juga, padahal awalnya gak niat-niat amat, sementara di luar sana ribuan orang yang udah bertaun-taun ikutan seleksi cuma bisa berharap taun depan mah bisa lolos, sugan.

Aku inginnya sih sederhana. Tapi tiap kali diskusi masalah bisnis dengan orang, malah tambah kompleks rasanya. Tapi pencarian belum berakhir. Baca buku cari info sana-sini masih dijalanin. Aku percaya suatu hari jika kita berusaha terus akan ketemu dengan hal terbaik buat kita. Bukankah orang yang sekarang sukses juga pada awalnya dia bermimpi dulu tentang hari ini. Malah mungkin dulu dia diketawain orang, HAHAHA begitulah bunyinya.