Tuesday, May 26, 2015

Alfath

Saat ini bundamu sedang berjuang untuk menyambutmu, menyambut kemenangan.

I'll Name You Alfath Arif.

amr - 26052015

Sunday, May 17, 2015

Menangislah

Menangis ...
sejatinya adalah pekerjaan hati

Karenanya ...
menangis tidak selalu penuh isak
menangis bahkan tak perlu berurai air mata

Menangis ...
hakikatnya adalah suatu dialog
antara kamu dan dirimu

Menangis ...
sebenarnya adalah untaian doa
yang tak lagi mampu dibahasakan

Namun menangislah ...
hingga rintik hujan menyapu air matamu
hingga berisiknya dunia menyamarkan isak tangismu

Tidak apa-apa,
Menangislah tanpa perlu seorangpun tahu.

-amr 17052015

Thursday, February 05, 2015

Maafkan Aku Masa Lalu

Dear Blog,

Saat kita menelusuri jejak - jejak masa lalu,  kita seakan diingatkan kembali tentang dari mana kita berasal.

Masa lalu bukan hanya sekedar romantisme sejarah, namun masa lalu adalah tentang jati diri.

Mengingat masa lalu adalah tentang menghargai orang-orang yang berjasa dalam hidup kita.

Mungkin kita terlalu lama terbang mengitari sudut-sudut kota yang penuh sesak dan terkadang tanpa makna,  tanpa sempat menoleh ke belakang.

Padahal kita sebenarnya tidak kemana-mana. Kita masih saja di sini.
Maafkan aku masa lalu.

-amr 05022015

Friday, December 19, 2014

Tak Selamanya

Keterpisahan tidak selalu berarti ketiadaan.
Keberpalingan terkadang bukan suatu pengingkaran.
Dan kegundahan tidak sepenuhnya berwujud kesedihan.

Namun ...
dengan caranya sendiri,
membenci terkadang menjadi satu-satunya jalan untuk memberi.

-amr
one night at east 19122014

Sunday, December 14, 2014

Cuma Takut

Aku yang akan pertama kali bahagia,
saat melihat kalian bermain dan tertawa.

Namun di saat yang sama,
rasanya tak mampu kubendung air mata.

Aku cuma takut ...
Takut tak bisa terus bahagiakan kalian.

- AMR
Traffic Garden 14122014

Wednesday, December 10, 2014

Setiap Kisah

Setiap hari
Menceritakan kisahnya sendiri.

Dan setiap kisah
memiliki cara sendiri
untuk menangis atau tersenyum,
untuk berharap atau kecewa,
untuk bicara atau membisu,
untuk dipertemukan atau dipersatukan.

-AMR

Saturday, November 22, 2014

Menjalani

Resapi ...
Udara yang bau pinusnya
tidak akan pernah terlupakan.

Rasakan setiap langkah
yang melelahkan raga.
Namun semakin lama
semakin menguatkan jiwa.

Nikmati saja
jalan yang terjal, berkelok
dan penuh duri.

Walau perjalanan ini
tidak harus berakhir
pada bukit, lembah hijau
dan hamparan taman bunga.

-AMR
Suatu perjalanan Garut - Bandung

Thursday, November 13, 2014

Air Mata

Aku benci air mata.
Yang dianggap simbol kelemahan.

Tapi nyatanya ...
air mata lah yang mampu menguatkan hati.

-AMR

Tuesday, November 11, 2014

Black Coffee

Suatu hari itu terkadang seperti secangkir kopi hitam.
Diawali dengan pagi yang manis,
dan diakhiri dengan sore yang pahit.

-AMR

Thursday, October 23, 2014

Sesuatu

Saat kita tidak memiliki sesuatu.
Kemudian kita menolak sesuatu itu.
Itu sesuatu banget.

-AMR

Wednesday, August 13, 2014

Berikan Aku Kesunyian

Wahai ...
Jadilah yang lembut
dan yang melembutkan.

Karena mentari begitu terik siang tadi.
Karena hari-hari ini sudah terlalu banyak keluh kesah.
Karena bumi penuh sesak dengan para pencari perhatian manusia.
Sehingga langit sepi dari doa kepada Allah.

Duhai ...
Jadilah yang lembut
dan yang melembutkan.

Berikan aku sekejap saja keheningan.
Perdengarkan sedikit saja kepadaku lagu kesenyapan malam.

Sedikit saja.
Sekejap saja.
Sebentar saja.

Karena esok pagi semua akan berulang.

-AMR

Saturday, June 28, 2014

Sang Penyebuh Luka

Bukanlah Peri Cinta ...
Namun seringkali 
Sang Waktulah yg turun tangan 
menyembuhkan luka.

-AMR

Wednesday, June 04, 2014

Lelah

Pernahkah ...
Kamu merasa begitu ...
LELAH.

-AMR

Monday, May 26, 2014

Adakah yang Lebih Penting !?

Saat orang tua kita sakit,
Saat kerabat kita meninggal dunia ...

Rasanya tidak ada hal lain yang lebih penting.

Teman,
Bos-bos besar,
Orang-orang yang dianggap penting,
dan selama ini dipercaya menentukan hidup kita,
Mendadak jadi "kecil",
Hanya Allah Yang Maha Menggenggam segala kekuasaan.

Coba pikirkan ...
Orang tua kita ...
Yang sudah renta,
lemah karena lelah membesarkan kita.

Coba perhatikan ...
Anak-anak kita tercinta ...
Merekalah masa depan kita sebenarnya.

Untuk merekalah kita hidup sesungguhnya.

Jadi ...

"Sepelekan" saja urusan-urusan manusia yang penuh kepentingan itu ...
Dihadapan Sang Maha Pembolak-balik hati.

-AMR