There is no such thing as public opinion. There is only published opinion. (Winston Churchill)
Selasa, Desember 22, 2009
Aku, Waktu, dan Pekerjaan
Suatu hari di penghujung tahun 2009
Jarang sekali aku bisa menorehkan blog di wastukancana 2
Inipun karena aku sedang menunggu sesuatu
Tapi di saat seperti inilah aku bisa merenung dan menulis (baca : blogging)
Karena di rumah aku pasti sudah terlalu rindu untuk bercanda dengan anakku
Merenung tentang aku, waktu, dan pekerjaan
Kami bertiga tak henti-hentinya bergulat untuk lebih dulu sampai pada tujuan
Dan pemenangnya seperti biasa adalah ... waktu
Karena di antara kami bertiga yang paling istiqomah adalah waktu
Waktu tidak pernah melanggar janjinya
Waktu selalu datang pada saat yang tepat
Waktu tidak pernah menawar dan tidak bisa ditawar
Waktu mengalir begitu saja
Sedangkan pekerjaan
Pekerjaan selalu menunggu untuk diselesaikan
Pekerjaan tidak pernah punya inisiatif untuk sekedar mengingatkan
Pekerjaan hanya seonggok barang tak berdaya
Bagaimana dengan aku
Aku sering tidak konsisten, seperti halnya waktu
Aku sering tidak sabar menunggu, layaknya pekerjaan
Well ...
Apapun itu, sampai ketemu lagi di waktu yang lain
dan pekerjaan yang sama ...:p
Keep blogging and smile :)
Sabtu, Juni 20, 2009
Suatu Malam di Bandung Timur
Who knows if it's real
or just something we're both dreamin' of
Dear Blog
Saat ini kudengar Interlude
Sunyi, sepi, jiga leuweung tiis
Wahai kesunyian
Aku tidak ingin cepat tidur malam ini
karena saat ini adalah momen penting dalam hidupku
Hari ini akan menjadi saksi
perjalanan seorang manusia yang lemah
menjejakkan kakinya di tempat terbaik
menggoreskan catatan kehidupan baru
membuat cerita tentang hidup dan kehidupan
menyusun kisah untuk diceritakan kelak
Aku seperti belum percaya
aku berada di sini
tapi mulai malam ini aku di sini
sampai suatu saat kelak
akan ada yang menceritakan
bahwa aku pernah ada di sini
----------------
Bandung Timur, Jun 20 2009 10:59 pm
Arif M Rizal
Minggu, Juni 14, 2009
Untuk Belahan Jiwa
aku takut
takut jika tak bisa melidungimu
Jika aku melihat bibirmu tersenyum
aku bahagia
bahagia karena kau telah tumbuh
Jika aku mendengarmu menangis
aku sedih
sedih karena tak bisa slalu bahagiakanmu
Jika aku memegang jemari tanganmu
aku tak sanggup
tak sanggup untuk melepasmu jauh dariku
Jika Kau memanggil namaku
aku bangga
bangga karena Kau adalah bagian dari hidupku
Semoga Kau selalu hidup bahagia
----------------
Buahbatu Bandung, Jun 14 2009 02:40 am
Hari ini adalah episode baru dalam hidupmu
Arif M Rizal
Rabu, Juni 10, 2009
Kamu Tiga Tahun Hari Ini
Tenggelam dalam mimpi-mimpimu
Aku cuma membayangkan
Seperti apa ya kamu
lima, sepuluh, duapuluh tahun lagi
Sering aku tidak suka untuk berubah
Kadang aku benci hari esok
Tapi aku ingin melihat kamu tumbuh
berubah, terbang tinggi
menggapai semua mimpi-mimpi indah
yang selalu ada dalam tidur lelapmu
Aku ingin selalu memelukmu
senantiasa berjalan di sampingmu
memegang jemari tanganmu yang kecil tak berdaya
melindungimu dari duri yang tajam
menghilangkan semua rintangan yang menghalangimu
Hingga suatu saat nanti
Kau mampu berdiri
menantang dunia
Menangislah Anakku
Karena suatu saat nanti
aku akan sangat merindukanmu
----------------
Buahbatu Bandung, Jun 10 2009 01:50 am
Arif M Rizal
Sabtu, Mei 02, 2009
Syukur Hari Ini
Hembusan angin ...
membisikkan romantisme
Suatu malam ...
Air yang tenang ...
memantulkan sinar rembulan
yang menenangkan
Seringkali ...
Terik mentari ...
menyilaukan mata
Suatu hari ...
pada suatu masa
aku bahagia
Pun hari ini
aku masih berdiri
di atas kaki yang sama
di bawah sinar rembulan
dan terik mentari yang itu juga
Dan hari ini ...
angin berhembus
dan membisikkan kata-kata indah
tentang hari ini dan esok
Aku bersyukur
atas masa lalu dan hari ini
dan senantiasa berdoa
dan berusaha
untuk kebahagiaan hari esok
-----------------------------
Buahbatu Bandung, May 2 2009
seringkali kita tidak mensyukuri hari ini
hingga esok tiba
Arif M Rizal
Jumat, Maret 27, 2009
Bila Expresi Hati Tak Menemukan Tempatnya
Ruang yang teras begitu luas ,,, atau seenggaknya lebih luas
Ini ibarat ruang hati ,,, layaknya palung hati
Hati memang perlu ruang untuk becerita
Walaupun tidak mesti pada orang lain
Ia hanya perlu keheningan ,,, lalu bicara pada diri sendiri
Sebab palung hati itu bahkan terlalu dalam untuk menapung keluh kesah apapun
dan ia akan menemukan sendiri jawabnya
Sungguh ironis ,,, bila kita bicara dengan memakai topeng-topeng
Setidaknya gw sadar sekarang
Rupanya selama ini kita merasa kehilangan ruang untuk berekspresi
Padahal ruang itu ada dalam palung hati kita sendiri
Atau pada orang-orang yang benar-benar mencinta
Akhirnya ,,,
Gw bicara tentang blogsphere ,,, apapun namanya
Karena di sana tidak ada default feeds
yang dimata-matai ,,, layaknya recent news
yang menuntut kesempurnaan berpikir ,,, seperti halnya scientific research
Keep Blogging
Wastukancana Bandung, March 27 2009 07:58 am
Arif M. Rizal
Kamis, Maret 05, 2009
Blog Hari Ini
Padahal di blog ini banyak cerita sedih dan suka
Blog ini juga jadi saksi banyak cerita yang mengiringi perjalanan hidup
Tulisan2 ini seakan jadi anak2 tangga yang mengantarkanku pada hari ini
Ada kisah tak tertulis
Begitu banyak kata tak terucap
Tak sedikit perjalanan yang tak terceritakan
Mungkin gak seru buat orang lain
Tapi itulah Blog ,,,
Biarpun Blog itu diliat banyak orang
Tapi pada hakekatnya Blog itu untuk diri sendiri
untuk pendewasaan diri
dalam rangka aktualisasi diri
Mungkin bukan tentang disiplin illmu yang rumit
tapi bisa jadi kisah hidup yang sederhana saja
yang hanya Bloggernya aja yang tau
Karena itulah Blog disebut diary online
Karena itulah Blog tidak disebut Friendster atau Facebook
Dua hari ini Bandung kok hujan lagi ya
Keep Bloging.
Selasa, November 20, 2007
Kecelakaan Tornado Dufan : Hoax (again)
Saya dan dua orang temen menyempatkan ngobrol sejenak di Balekota
Salah seorang teman bilang ada kecelakaan permainan Tornado di Dufan
Padahal temen2 punya rencana maen ke Dufan akhir taun ini
Wah, kaget juga ya, soalna kok gak ada berita di media ya !?
Setelah gw Googling, ternyata itu Hoax
Ya ! beberapa blog menyebutkan itu sebagai berita bohong
Bahkan issue ini sudah lama beredar
Sebegitu dasyatnya Hoax !!!
Ada baiknya, jika kita menerima berita yang kurang jelas sumbernya
Kita cek di Internet (search engine, blog, etc)
Jika itu memang Hoax, biasanya temen2 Bloggers sudah meng-expose-nya
Ini salah satu cara yang efektif mendapatkan berita yang benar
Hati-hati
Karena di luar sana pasti masih banyak ratusan Hoax beredar
Internet memang hutan rimba yang bisa menyesatkan
Sekaligus juga perpustakaan raksasa tempat mencari kebenaran
Beware of Hoax. Keep Blogging.
Sejuta Kabut
merayapi jemari jalanan
meratap melolong lalu menjauh
menggoreskan kesan suram padaku
sejuta kabut turun semalam
mengetuk-ngetuk jendela kamarku
meratap melolong lalu menjauh
menggaungkan kesan ngeri di hati
lalu kusibak tirai hatiku
kubuka lebar2 pintu jiwaku
kuterjuni kabut yang di kakiku
berbekal matahari
yang bernyala
yang membara
(by Abah Iwan)
Kadang banyak hal yang kita gak suka akhirnya juga dilakuin
Salah satunya ya ini .. nulisin lirik lagu di Blog :p
Dulu gw pikir ngapain sih orang nulis lirik lagu di Blog !?
Norak !!!?
Ya begini deh .. kejadian akhirnya :)
Motif orang mungkin macem2
Ada yang memang suka banget sama tuh lagu
Ada yang punya kenangan manis, pahit, atau asin (pokoknya kenangan deh)
Ada yang gak suka2 amat, cuma liriknya keren
Ada yang liriknya biasa aja, cuma pake bahasa inggris, jadi naikin pamor
Ada yang liriknya kampungan, tapi lagunya lagi ngetop gitu
Ada juga yang kekurangan bahan buat blogging, semacem batu loncatan (hihihi)
Terakhir ..
Mungkin kurang kerjaan aja x y
Gpp sih, yang penting kita gak melanggar hukum, bukan out law
Gak merusak seperti geng motor :p
Gak plagiat seperti waktu kita ngerjain PR (weks)
Dan yang pasti bukan porno aksi
BTW, gw udah setaun gak blogging
Tapi kok rasanya taun 2007 ini gak kerasa ya !?
Gejala apa ini ya !?
Betah ?
Atau memang gak ada progress ? Jadi gak merasa bahwa waktu berputar ?
Pertanyaan retoris memang gak butuh jawaban langsung
Sekaligus juga gak pernah terjawab
Keep Blogging.
Minggu, Desember 24, 2006
Jayagiri Desember 2006
Geger Kalong Girang Bandung, sekitar 8:30 - Saya bersama seorang teman memulai perjalanan dari daerah Geger Kalong Girang. Waktu itu cuaca cukup cerah. Sekitar tiga puluh menit perjalanan menuju desa Jayagiri kita habiskan dengan ngobrol2 tentang kerjaan, cita2 bisnis, keluarga, dsb. Begitulah, kita memang udah lama gak pernah ngobrol semenjak lulus kuliah taun 2001.
Desa Jayagiri Lembang, sekitar 9:00 - Matahari terasa lumayan menyengat, maklum kita pergi agak kesiangan. Dari desa inilah jalan kaki dimulai. Kulihat di depan jalan aspal tidak terlalu bagus agak menaik, ini adalah jalan menuju pintu gerbang bukit Jayagiri. Jauh di depan sana, kulihat Gunung Tangkuban Parahu dengan sebuah menara di atasnya. Saya ingat betul menara itu, karena kami pernah ke sana dulu. Pada awalnya suasana cukup ramai, ya namanya juga sebuah desa yang terletak tak jauh dari Lembang kota, di kiri kanan banyak rumah penduduk, kantor desa, bahkan gereja pun ada. Namun semakin lama berjalan, suasana semakin sepi pertanda hutan Jayagiri semakin dekat.
Sebelum masuk gerbang, tak lupa ke toilet dulu, maklum setelah masuk bukit I, toilet baru bisa ditemui di bukit II yang jaraknya lumayan jauh untuk sekedar menahan kencing, apalagi BAB.
Aku tau di bukit pertama ini akan menemui persimpangan, dan aku mesti ambil ke kanan, sebab kalo ke kiri kita bisa kebuang ke semak2 alias jalan buntu. Ini pernah kejadian dulu, sehingga kita mesti kerja keras ngebuka jalan baru ke kanan, sampe nemuin track yang biasa dilalui orang. Pokoknya jangan sampe itu terulang lagi.
Di awal bukit II ini ada satu dua warung jajanan, tapi sengaja kita lewat, karena memang kita membawa bekal yang cukup untuk sampe di Parahu sana. Di bukit ini kondisinya berbeda, jalan setapak tidak begitu menaik, tidak seberat di bukit I, relatif datar. Sebuah persimpangan kembali kita temui. Ke kanan adalah jalan yang cukup dekat menuju jalan raya, sedangkan ke kiri adalah jalan setapak menuju Parahu. Kami lalu ambil jalan setapak, kupikir di sini pemandangan akan jauh lebih menarik dari pada jalan raya yang dilalui kendaraan. Di sini pepohonan lebih rimbun, rapat dan lembab, juga tak lupa .. banyak nyamuk. Di perjalanan kulihat juga beberapa bangkai pohon tumbang mungkin karena hujan atau angin. Biarpun musim ujan udah masuk tapi jalan yang biasanya dialiri air kini hanya lembab, padahal jalan yang dilalui air di bukit II ini salah satu yang saya senangi. Singkat cerita akhirnya kami sampe di ujung bukit II, yaitu jalan raya menuju Parahu.
"Ritual"ku di kawah Ratu adalah makan siang di tepi kawah sambil minum kopi yang dibeli di warung sekitar. Buatku itu sangat special, padahal menurut sebagian orang selera makan jadi hilang karena bau belerang, entahlah. Kami memutuskan untuk tidak pergi kemana-mana lagi (biasanya kami ke Kawah Upas & Kawah Domas, bahkan pernah naik menuju menara pengawas Parahu) karena waktu kita sangat terbatas waktu itu, rencananya temanku mesti cepat2 pulang ke Bogor. Setelah makan dan ngobrol2 akhirnya kita begegas pulang dengan tidak lupa sebelumnya membeli pohon kakus kecil pesanan istriku.
Pulang ke Bandung, sekitar 14.30 - Kita pulang pake angkutan umum dari Parahu langsung ke Lembang, kemudian diteruskan ke Bandung dan masuk daerah Geger Kalong Girang sekitar pukul 16.00. Selamat datang kembali di Bandung.
Selesai - Dan akhirnya semua berubah. Adakah kita berubah !? Jika tidak, kita akan tergusur oleh waktu. Semoga jika suatu saat aku kembali ke sini, aku telah menjadi lebih baik dari hari yang indah ini. Tidak ada yang aku bawa dari Parahu hari ini kecuali beberapa hikmah untuk bekal hari esok.
Keep blogging.
Minggu, Desember 17, 2006
Kamis, Desember 14, 2006
Selamat Berjuang (lagi) Kawan !
Perjuangan anak manusia memang tidak akan pernah berhenti. Tapi perjuangan akan terasa lebih ringan bila dijalani bersama teman-teman terbaik. Ya, teman adalah sesuatu yang sangat berharga dalam hidup. Berbahagialah bila kita selalu dikelilingi teman-teman terbaik. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita memotivasi diri sendiri untuk terus survive, seburuk apapun kondisi yang kita hadapi. Selamat berjuang kawan, tapi tidak seperti dulu, kali ini kita mesti berjalan sendiri-sendiri. Karena ini adalah fase baru dalam hidup. Dan dalam fase baru ini kita mesti berjuang lagi, menemukan lagi teman-teman terbaik, dan membuat perjuangan baru ini juga bermakna. Seperti dulu.
Rabu, Desember 13, 2006
Kemarin, Hari Ini dan Esok
Lihat dirimu, sekarang sudah berbeda. Karenanya kamupun mesti berubah. Itu konsekuensi logis. Lihat juga orang sekitarmu, yang selalu menyayangimu. Tidakkah semua berubah tanpa kita sadari. Kita seringkali sengaja menutup mata dengan itu. Karena begitu mengerikan. Sehingga takut menghadapi kenyataan bahwa ternyata semua berubah.
Waktu terkadang menjadi sosok yang sangat jahat. Pun waktu pulalah yang bisa menjawab berbagai macam persoalan hidup tanpa campur tangan kita. Aku tau betul kamu benci hari esok. Makanya kamu tidak ingin melewatkan malam ini begitu saja. Tapi waktu terus bergulir, bahkan sangat cepat. Cepat sekali.
Selasa, Desember 05, 2006
One to Many
Apapun latar belakang Aa berpoligami, yang jelas Aa secara tidak melanggar hukum Islam maupun negara. Kalo begitu knapa kita menyudutkan perilaku seseorang yang tidak melanggar hukum maupun norma sedangkan banyak pelanggaran hukum dan kesusilaan di luar sana yang kita tidak tertarik untuk membicarakannya, tidak kita sikapi, bahkan mungkin tidak peduli. Jadi kita perlu evaluasi, apakah ini tentang pelanggaran hukum, ketidakadilan, ataukah hanya subjektifitas pribadi !?
Rabu, November 29, 2006
Bandung Sore Ini
Sampe aku sholat ashar di masjid seberang, tiba-tiba hujan disusul angin sempoyongan mengguyur jalanan yang agak ramai dengan kendaraan. Aku sempet kesal juga, seakan hujan ini sengaja menghalang-halangi aku untuk cepat pulang dan tiba di rumah bertemu anak istriku. Kekesalan itu berakhir sampe ada teman di sebelahku bilang "Alhamdulillah hujan turun". Akupun tersadar, kita telah mengalami kemarau yang cukup panjang, mungkin sampe sembilan bulan, sudah selayaknya kita bersyukur atas nikmat hujan ini. Alhamdulillah, akupun turut merasakan nikmatnya hujan ini. Ini namanya kejadian dilihat dari sudut pandang lain (pelajaran pertama - weks :p).
Hujan gak juga reda, aku memaksakan untuk kembali ke kantor, karena ini udah jam empat lebih, biarpun mesti lari keujanan. Tiba di kantor, tampak tinggal segelintir orang yang tersisa, itupun karena nunggu ujan reda, lainnya udah pada pulang sebelum jam tiga sore, seperti biasa. Ngobrol sebentar gak bikin hujan reda. Akhirnya aku pamit pulang, cukup pake sandal jepit, soalnya sepatu takut kotor, maklum sebagai biker yang males bersiin sepatu. Tempat parkir juga agak jauh, dan gak mungkin untuk sampe di sana tanpa keujanan (lagi), gak apa-apalah baju "korps" ini emang udah basah dari tadi.
Adegan biker ujan-ujanan memang bukan skenario baru. Dulu, waktu aku kerja di Kota Baru, riding under the rain sampe sejam setengah udah sering dilakonin, jadi bukan barang baru, tapi aku sih enjoy-enjoy aja, maklum riding itu emang menyenangkan buatku even ujan lebat sekalipun. Tapi kali ini berbeda, gak begitu mengasyikan, rasanya jarak kantor terlalu dekat dari rumah. Akupun sering merasa aneh sendiri, kok ada ya, orang yang merasa jarak rumah dan kantornya terlalu dekat, tapi begitulah kejadiannya.
Kembali ke cerita, akhirnya aku memutuskan untuk pulang biarpun ujan cukup deras mengguyur. Kalo udah dijalanin, ujan gede pun rasanya gak semengerikan waktu kita berteduh di tempat kering, dinginnya gak sedingin waktu kita melihat dari balik jendela (hmmm agak dalem nih maknanya :p). Bahkan mandi sore ini gak begitu menakutkan seperti kemaren-kemaren, hehehe. Ya itu mungkin karena suhu di luar lebih dingin dari air di bak mandi.
Hari ini membawa banyak pelajaran, seperti juga (seharusnya) hari-hari kemaren. Hari ini selalu membawa kenangan masa lalu. Kota ini akan selalu menjadi saksi perjalanan seorang anak manusia yang memunguti butiran-butiran pelajaran untuk bekal di suatu hari di mana ia tak lagi mampu berdiri dengan tegak. Bandung cukup dingin sore ini. Keep Blogging !